
Christiansen Panamá Berharap Menjadi 'Maroko dari Piala Dunia Ini'
Pelatih kepala Panama, Thomas Christiansen, tidak hanya bermimpi tampil di turnamen — ia menargetkan untuk mencatat sejarah. Dengan Piala Dunia FIFA 2026 yang kian dekat, Christiansen secara berani menyatakan ambisinya agar timnya menjadi Maroko dari turnamen ini, meniru keajaiban tim underdog yang memukau dunia pada tahun 2022.
Negara Amerika Tengah ini tergabung dalam Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Ghana, dan akan memulai kampanye mereka melawan Ghana pada 17 Juni. Untuk mempersiapkan diri, Panama telah membentuk skuad 26 pemain yang penuh pengalaman dan semangat tangguh — nama-nama seperti Alberto Quintero, Aníbal Godoy, dan Adalberto Carrasquilla kembali dipercaya memimpin serangan. Kadir Barria, namun, terlewat dari daftar akhir, sebuah keputusan yang menunjukkan tingginya tingkat kompetisi dalam seleksi.
Saat mempersiapkan diri menghadapi babak grup yang diprediksi sulit, Panama akan bermarkas di New Tecumseth, Ontario, selama turnamen berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli. Sebelum menghadapi kekuatan besar Grup L, tim ini akan menguji kemampuan dengan laga uji coba melawan Brasil, Republik Dominika, dan Bosnia dan Herzegovina — semua pertandingan dirancang untuk meningkatkan kualitas permainan menjelang kompetisi level tertinggi.
Rencana Christiansen jelas: meniru perjalanan Maroko pada 2022, kampanye yang membuat Afrika Utara mengguncang tatanan sepak bola yang sudah mapan. Kini, saat Maroko sendiri bertanding di Grup C dan akan menghadapi Brasil pada 13 Juni, bayang-bayang perjalanan tak terlupakan itu menjadi sumber inspirasi sekaligus tolok ukur.
Bagi Panama, mimpi bukan sekadar tentang bertahan hidup. Ini tentang menjadi sensasi global berikutnya — tim yang menaklukkan peluang, membungkam para kritikus, dan mengingatkan dunia mengapa sepak bola tetap menjadi permainan yang indah.